Langkah Kecil menghormati alam, melalui sebatang Pohon.

Wednesday, November 30, 2016

Manfaat tanaman Pagoda:Senggugu:tumbak raja

Tanaman Pagoda/Senggugu/tumbak raja ini termasuk kedalam tanaman peredu, tanaman ini sangat sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias baik di pekarangan rumah hingga di jalan raya, dan biasanya tanaman ini dapat tumbuh dengan baik berkisar antara dua hingga tiga meter, berdiri tegak, batangnya berkayu dan agak sedikit kasar, pada bagian ujung batang biasanya tanaman ini memiliki bulu-bulu kecil dan halus di sekujur batang mudanya.
 
Daun : tanaman ini memiliki bentuk daun yang lebar, berbentuk mirip jantung, namun juga memiliki ringgit di tepi daunnya. Pertulangannya nampak jelas, serta permukaan daun halus namun tidak rata berwarna hijau hingga hijau tua.

Bunga: memiliki bunga majemuk yang terdiri dari ratusan anak bunga yang berjajar memiliki batang bunga yang panjang, serta membentuk piramida atau pagoda.

Buah: bentuk buah dari tanaman ini adalah bulat

Nama Latin: Clerodendrum Japonicum
Nama daerah :
  • Senggugu;
  • Piramid
Kandungan zat dan Khasiat tanaman ini diantaranya :
  • Diuretik;
  • Anti peradangan;
  • Sedatif;
  • Hemostatis
Ragam manfaatnya diantaranya:
  • Mengatasi insomnia atau susah tidur;
  • Mengobati batuk berdarah;
  • Mengatasi wasir / ambeien;
  • Mengatasi keputihan;
  • Mengatasi nueri dan sakit pinggang
  • Mengobati borok dan eksim
Pemanfaatan tanaman ini sebagai obat adalah:
  • Mengatasi lebam kulit tubuh : gunakan tumbukan daun sebagai bahan melimuri atau mengompres bagian yang sakit.
  • Meringankan batuk darah : minum rebusan akar pohonmpagoda
  • Mengatasi susah tidur : minum tebusan akar pohon ini;
  • Mengobati sakit pinggang : minum rebusan akar atau daun pagoda lalu diminum 2-3 kali sehari
  • Mengobati Wasir/ ambeien : satu genggam akar pohon Pagoda, lalu masukkan kedalam wadah berisi air, panaskan hingga mendidih, lalu disaring langsung diminum.
  • Mengobati koreng/eksim dan bisul : 5-6 lembar daun Pagoda rebus setelahitu disaring, tambahkan gula batu atau madu, diminum dua kali sehari.
Demikian yang dapat saya sampakkan, semoga bermanfaat.

cintapohonku.com
Share:

Tuesday, November 29, 2016

Manfaat Pohon Nangka

Pohon nangka sudah terkenal itu pasti, semua orang sudah barang tentu tau buah nangka, buah yang begitu harum dan manis tentunya, daging buahnya legit dan lembut, dengan biji didalamnya.
Pohon nangka termasuk pohon dikotil atau tamanan berakar tunggang, banyak sekali manfaat yang bisa kita dapati dari tanaman ini, untuk memulainya mungkin saya akan membahas dari sisi terkecilnya terlebih dahulu,

Daun :
  • Daun nangka memiliki bentuk bulat lonjong, berbentuk landai pada ujung daun;
  • Biasa digunakan oleh masyarakat bali untuk membuat sarana upacara berupa porosan (salah satu elemen dalam pembuatan sesajen berupa canang,
  • Digunakan dalam campuran saat membuat boreh, yaitu digunakan daun nangka yang sudah kuning dan terjatuh
Getah : Digunakan untuk perekat, untuk keperluan merekatkan sesuatu benda, mencari burung atau mencari capung, bagi anak-anak jaman dahulu

Batang :
  • Untuk batangnya sendiri, kayu nangka sering disebut juga kayu Tewel, inti kayunya berwarna kuning  dan sangat kuat, 
  • Kayunya biasa digunakan oleh masyarakat bali sebagai bahan bangunan pada terutamanya sebagai bahan untuk membangun bale / rumah adat Bali, dimana kayu yang satu ini paling sering digunakan sebagai tiang/ sakanya.
  • Daun : untuk daunnya tanaman ini juga masih memiliki manfaat selain hanya dipandang sebagai sampah biasa, daun nangka selain juga digunakan sebagai sarana pembantu dalam pembuatan sesajen di bali namun juga digunakan sebagai bahan untuk herbal kesehatan dan perawatan.
Buah : buah nangka memiliki bentuk bulat hingga lonjong, memiliki duri duri pendek yang lembut dan tumpul pada sekujur kulit buahnya, daging buahnya saat matang terasa sangat manis.
  • Buah yang muda digunakan sebagai sayuran yang bergizi
  • Buah yang matang digunakan sebagai pemenuhan kebutuhan akan vitamin dan mineral
Nama latin : Artocarpus heterophyllus
Kandungan pada buah
  • Vitamin A : Kandungan vitamin A ini sangat bermanfaat bagi kita sebagai nutrisi menjaga kesehatan indera pengelihatan atau mata.
  • Vitamin C: kandungan vitamin C pada buah nangka bermanfaat untuk meningkatkan antibody, yaitu meningkatkan daya tahan tubuh kita dari segala mavam penyakit diantaranya flu dan pilek.
  • Serat: Karena kandungan serat yang tinggi maka buahnya sangat baik dikonsumsi untuk pencernaan, walau dianjurkan mengkonsumsinya dalam jumlah wajar.
  • Kalium: zat ini diyakini mampu menurunkan tekanan darah, jadi baik dikonsumsi bagi pemilik riwayat hipertensi.
  • Zinc atau zat besi : Kandungan zat besi dalam darah tentunya sangat baik bagi penderita kurang darah, maka mengkonsumsinya sangat dianjurkan.
  • Magnesium dan fosfor: kandungan fosfor berguna bagi pembentukan dan penguat tulang dalam tubuh kita.
  • Fruktosa dan sukrosa: kandungan gula alami sangat dibutuhkan sebagai sumber energi instan bagi tubuh kita.
Manfaat herbal: daun nangka yang sudah tua dapat digunakan sebagai campuran dalam pembuatan lulur atau boreh bali,
  • Untuk pembuatan boreh serta bahan bahan yang digunakan ini dapat dilihat di artikel cintapohonku.com/cara-membuat-lulur .
  • Digunakan sebagai masker wajah: menggunakan daun nangka yang sudah tua atau yang sudah menguning dan ditumbuk halus, digunakan sebagai lulur tubuh.
  • Memanfaatan air rebusan akarnya sebagai obat untuk melancarkan saluran pernafasan atau asma.
  • Demikian yang dapat saya sampaikan, semoga dapat sedikit bermanfaat bagi teman-teman untuk menambah pengetahuan, terima kasih.

cintapohonku.com


Share:

Monday, November 21, 2016

Manfaat Bunga Melati-Menuh-mengatasi radang Paru-paru

  Melati merupakan salah satu bunga yang termasuk bunga nasional, dan sudah sejak jaman dahulu kala bunga yang satu ini turut menjadi salah satu bunga utama kerajaan ataupun keraton, yang selalu menghiasi tubuh dan rambut para putri, serta bunga penabur permadani kerajaan pada masa itu, disamping memang karena aroma yang dimilikinya begitu wangi, bunga melati ini juga memiliki rupa yang cantik dan mungil, tak heran karena kecantikan dan keindahannya itulah bunga kini mendapat predikat puspa bangsa.
Mungkin hanya sedikit yang kita ketahui mengenai si bunga ini, mungkin saja kita menyangka pemanfaatan bunga ini hanya sebatas fungsi perhiasan dan wangi-wangian, namun anda tentu salah sebab disamping sebagai bunga penghias dan sumber wangi-wangian, didalam bunga melati juga terkandung beragam zat aktif yang tentunya sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Namun, sebelum beranjak ke permasalahan kandungan zat dan manfaat tanaman melati, seperti biasa saya akan terlebih dahulu memberikan penjelasan mengenai diskripsi tanaman ini, tentunya dengan gaya bahasa dan sepanjang pengetahuan dari hasil pengamatan saya.

Batang: tanaman ini memiliki batang berkayu, beruas-ruas, itu tentunya dapat dilihat pada saat tanaman ini sudah dewasa, mamun pada saat batangnya muda hampir tidak ada bedanya dengan tanaman lain yaitu pucuk batang hijau yang mudah patah, sejatinya tanaman melati itu memiliki ukuran batang yang kecil namaun dapat tumbuh memanjang dan membelukar, tanaman melti sejatinya tidak dapat berdiri tegak secara mandiri melainkan membutuhkan tempat sandaran seperti batang-batangmpohon peredu yang ada di sekitarnya.

Daun: pada bagian daun, melati memiliki jenis daun tunggal tumbuh berpasangan di setiap ruas batang, bentuk daun lonjong meruncing kedepan serta sedikit menjorok kedalam pada bagian pangkal, jadi bentuknya mirip bentuk jantung, penampang luar daun berwarna hijau tua dan halus dengan pertulangan yang jelas dan tepian daun rata.

Bunga: melati memiliki bunga berwarna putih, memiliki kelopak bunga berukuran kecil tersusun dua, terdiri dari beberapa helai disetiap susunnya, memiliki aroma harum yang sangat khas.

Setelah kita sedikit tau tentang deskripsi tanaman ini, kini saya akan memberikan info tambahan mengenai tanaman ini, termasuk juga manfaatnya bagi kehidupan manusia.

Nama latin: Jasminum Sambac
Nama Daerah :
  • Menuh (bali)
  • Kantil: (jawa)
  • Malete (madura)
  • Mundu (sumbawa)
  • Mandiru (manado)
  • Melur (batak)
Manfaat :
  • Pengharum minuman, gunakan bunga melati kering untuk bersama diseduh dalam teh.
  • Radang paru-paru: gunakan rebusan akar dan bunga melati sebagai minuman mengatasi radang paru-paru.
  • Obat influensa: rebusan daun dan bunga melati dapat menyembuhkan influensa.
  • Diare: minum air rebusan daun dan bunga melati ditambahkan gula dan garam dapur.
  • Bisul: gunakan satu genggam daun melati, tambahkan dengan sedikit garam lalu ditumbuk halus dan diletakkan diatas bisul.
  • Sariawan: rebus beberapa lembar daun melati, lalu gunakan intuk berkumur, hal ini dapat menyembuhkan sariawan dan gusi yang meradang.
  • Susah tidur: ekstek akar ataupula rebusannya dapat berfungsi sebagai penenang.
  • Luka terpukul dan patah tulang: gunakan tumbukan daun melati untuk meluluri kulit yang lebam
Demikian ulasan saya mengenai bunga melati, semoga bermanfaat.

cintapohonku.com

Share:

Sunday, November 20, 2016

Manfaat daun intaran-daun mumba

Jika kita bicara mengenai intaran, khususnya bagi masyarakat bali mungkin sudah tak asing lagi dengan kalimat "alisne madon intaran", daun intaran adalah daun perumpamaan untuk penyebutan keindahan alis mata dari seseorang, disebut begitu tidak lain dan tidak bukan ialah bentuk dari daun ini yang begitu indah dan sangat proporsional jika disandingkan dengan wajah menggantikan alis mata, namun bukan berarti daun ini dapat menggantikan alis mata kita, melainkan hanya sebagai perumpamaan bentuk alis yang indah dan lebat, penggunaan daun intaran di bali pada dasarnya adalah sebagai bagian dari sarana membuat sesajian, salah satunya adalah digunakan pada saat upacara manusia yadnya, dimana pada saat orang yang meninggal dimandikan maka pada alisnya akan diletakkan masing" satu helai daun intaran, konon hal ini bertujuan kelak dikemudian hari, pada saat mereka  reinkarnasi akan terlahir memiliki Alis yang indah dan lebat.
  Kini sedikit kita ulas mengenai tanaman ini, tanaman ini merupakan tanaman berkayu, memiliki batang layaknya tanaman biasa, dapat tumbuh hingga belasan meter, serta memiliki kulit kayu yang relatif agak tebal dan kasar pada penampang luar kulitnya.
namun bentuk daunnya jika dilihat dari dekat saja yang membuat tanaman ini nampak beda, bentuk daunnya relatif kecil, dalam satu batang daun terdidiri dari beberap helai daun yang tumbuh menyirip berpasangan, berbentuk lonjong dengan tepian bergerigi dan meruncing pada bagian ujung daun.
Nama latin : Azadirachta indica Juss.
Khasiat : Anti piretik, mengaktifkan kelenjar, anti diabetes.
Perbanyakan : menggunakan semai biji
Resep Tradisional :
  1. Kencing manis : minum rebusan daun intaran sebanyak 5-6 lembar dengan 1 gelas air ( 100ml) buat dan minum 2 kali sehari.
  2. Demam Malaria dan masuk angin : rebus daun mimba 5-6 lembar dengan air satu gelas, minum saat diperlukan.
  3. Obat disentri : ambil beberapa helai daun intaran/mimba, ditambahkan 2 ruas jari  batang intaran, kedua bahan lalu dicuci bersih lalu direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa 2 gelas, setelah itu air rebusan disaring dan ditambahkan dengan gula batu jika diperlukan, minum 2 kali sehari.
  4. Eksim atau gatal borok : ambil satu genggam daun intaran, lalu digerus bersama dengan sedikit kapur sirih / pamor (bali), setelah lembut lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
Demikian yang saya dapat sampaikan, dimana semua ini saya dapat dari berbagai sumber, semoga bermanfaat, terima kasih
Keterangan Gambar: jualbibitunggul.com
http://cintapohonku.com
Share:

Monday, November 14, 2016

Manfaat Kejelengot (bali)-Jintrong-Jomloh

Ini termasuk tamanan gulma, karena tanaman ini biasanya tumbuh di sembarang tempat, terutamanya pada tanah-tanah lahan yang terbuka dan memiliki kelembaban yang cukup, atau bisa pula pada tanah-tanah yang basah namun tidak tergenang, di desa-desa pada daerah pegunungan tanaman ini bukanlah tanaman yang langka, melainkan sudah bisa dianggap tanaman gulma yang biasanya tumbuh memenuhi ruang terbuka ataupun berlomba dengan tanaman perkebunan di dalam ladang hingga di pinggir-pinggir jalan.

Tanaman ini memiliki perawakan yang sedang, tanaman dewasa antara 30 cm hingga 60 cm, memiliki jenis batang basah dan lunak, tumbuhnya tegak keatas, bentuk daun dari tanaman ini adalah berbentuk lonjong dan cukup lebar untuk tanaman seukuran itu, memiliki tepi daun yang bergerigi serta meruncing pada pada ujung daun.

Bunga tanaman ini termasuk bunga majemuk, dalam satu tandan terdiri dari beberapa kuntum bunga, pada ujung bunga berwarna jingga atau coklat, dengan banyak rambut atau serat tipis yang ringan yang nantinya menerbangkan benih dari tanaman ini dengan bantuan angin. Tanaman ini termasuk tanaman semusim, namun segera berganti tanaman baru  dan terus begitu siklusnya, pada musim penghujan tanaman ini biasanya tumbuh sangat subur dan teramat banyak, hingga kadang kita bisa saksikan para petani memanfaatkan tanaman ini sebagai makanan ternak, padahal sebagian orang juga ada yang memanfaatkan untuk dijual ke desa desa di dataran rendah dan perkotaan serta harganyapun relatif bagus.

Nama latin : Crassocephalum crepidioides
Nama daerah:
  • Jambrong, tespong (jawa barat)
  • Sintrong, mandung-mandung, jomloh (jawa).
  • Kejelengot ( Bali )
Selain sebagai sayuran yang banyak digemari terutama digunakan sebagai lalapan maupun sayuran urab, tanaman ini juga dikenal juga memiliki manfaat obat, itu karena adanya kandungan zat dalam tumbuhan ini yaitu : 
  • bersifat anti radang; (mengobati peradangan dalam tubuh);
  • tonikum ( efek menyegarkan dan pereda batuk)
  • pencahar ( melancarkan pencernaan)
  • hemostatis (penghenti pendarahan)
  • Astrigen;
  • Emetik (perangsang muntah)
  • Pelancar dan peluruh kencing
Dimana kesemuanya itu bermanfaat dalam mengatasi sakit kepala, gangguan perut, demam, radang hingga luka. 
  1. Sakit Kepala : Ambil beberapa lembar daun sintrong/kejelengot, tambahkan 2 iris Jahe, rebus dengan air satu gelas (200ml) diamkan mendidih beberapa saat, saring dam minum saat hangat, dapat ditambah gula batu seperlunya.
  2. Gangguan perut dan radang usus : Ambil beberapa lembar daun sintrong/kejelengot, tambahkan beberapa iris Kunyit, rebus dengan air satu gelas (200ml) diamkan mendidih beberapa saat, saring dam minum saat hangat, dapat ditambah gula batu seperlunya.
  3. Obat luka baru : ambil beberapa lembar daun sintrong/kejelengot muda atau pucuknya, ditumbuk atau dapat dikunyah, lalu ditempelkan pada bagian yang luka.
  4. Pelancar pencernaan : konsumsi tanaman kejelengot/sintrong sebagai sayuran atau lalapan secukupnya, maka akan dapat meyehatkan pencernaan anda serta dapat pula melancarkan kencing.
  Sebagian orang juga percaya dengan mengkonsumsi rebusan daun kejelengot/sintrong akan dapat membantu terapi penyembuhan bagi penderita stroke ringan, namun hal ini mesti dikonsultasikan terlebih dahulu pada dokter yang mengawasi.
Senantiasa bijak dalam mengkonsumsi ramuan herbal, tidak mengkonsumsi berlebihan dan upayakan perbanyak minum air putih.
Semoga bermanfaat, terima kasih.

cintapohonku.com

Share:

Sunday, November 13, 2016

Manfaat Wortel : Mengobati minus

Tumbuhan ini termasuk kedalam  tumbuhan sayur-sayuran, yang biasanya dibudidayakan pada sentra pertanian pada wilayah yang bersuhu dingin dan lembab, seperti di daerah-daerah pegunungan diatas 1000 mdpl, tanaman ini memiliki nama latin : tumbuhan ini tidak memiliki batasan musim, asalkan mendapatkan  sinar matahari yang baik, suhu serta kelembaban yang cukup maka tumbuhan ini akan tumbuh dengan sangat baik serta sangat produktif, adapun ciri ciri fisik tanaman ini adalah tanaman ini memiliki batang daun yang berupa pelepah yang muncul dari pangkal umbi tumbuhan, bentuk umbinya sendiri tentu teman teman sudah mengetahuinya, bentuknya bulat linjong serta memilik bentuk lancip pada bagian ujung umbi.
Tumbuhan ini selain memiliki kandungan vit.A dan B1,  juga terkandung berbagai zat dalam umbi wortel, seperti misalnya : Kalsiumgaram, lemak, fosfor dan lainnya.
Tanaman wortel terdiri dari beberapa jenis, sebagian jenis dari wortel ini ada yang menghasilkan rasa umbi yang manis, ataupun ukuran yang besar, maupun warna yang bagus.
Selain enak dan menarik untuk dibuat minuman maupun sayuran, ternyata didalam umbi wortel banyak sekali terkandung zat yang bermanfaat bagi tubuh manusia diantaranya : 
  • Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C;
  • Kalsium;
  • Magnesium;
  • Sat Besi;
  • Fosfor;
  • Hidrat arang, dll.
Tentu saja karena kaya akan kandungan Vitamin A, maka sangat dianjurkan mengkonsumsi wortel baik yang mentah ataupun dalam keadaan matang, tentunya sangat bermanfaat bagi mereka yang mengalami masalah pada mata serta bagi yang ingin menurunkan kadar kolesterol dalam darah
Penggunaan Sebagai obat trdisiomal biasanya wortel ini digunakan sebagai :
  1. Obat Eksim : satu umbi wortel dan kapur sirih, ambil umbi wortel lalu diparut setelah selesai lalu tambahkan kapur sirih lalu ditempelkan pada bagianyang terkena eksim.
  2. Minus : untuk menyehatkan mata, mencegah dan mengobati mata minus adalah dengan cara, wortel segar diparut lalu parutan tadi diperas, disaring dan diambil airnya untuk diminum setiap pagi.
  3. Mengatasi cacingan : parut wortel lalu ditambahkan dengan santan kelapa dan garam secukupnya, lalu diaduk dan disaring, diminum saat malam menjelang tidur.
  4. Menurunkan kolesterol dan sembelit : karena banyaknya kandungan serat dalam  wortel yang dapat menurunkan kadar kolesterol, dengan rutin mengkonsumsi wortel minimal 3 kali seminggu.
  5. Mencegah kanker : mengkonsumsi wortel baik itu sebagai jus, makan mentah atau dimasak, akan dapat mengurangi resiko terkena kangker karena tingginya kandungan senyawa yang bersifat antioksidan dalam wortel.
  Demikian saya sampaikan, semoga bermanfaat.

cintapohonku.com

Share:

Manfaat Bunga Kembang Merak-Kemerakan (bali)

Tanaman ini merupakan tanaman yang dapat digolongkan kedalam jenis tanaman peredu, tumbuhnya sedang, rata rata dibawah tiga meter serta memiliki percabangan yang lumayan banyak, batangnya berkayu, berkontur padat serta kadang muncul sedikit duri pada batangnya, walaupun sangat jarang.
Tanaman ini memiliki jenis daun yang majemuk, memiliki batang induk daun dengan anak daun yang tumbuh berpasangan, pada anak daun terdapat daun yang berbentuk bulat lonjong berukuran kecil, penampang atas daun berbentuk halus berwarna hijau cerah, sedangkan pada bagian bawahnya sedikit agak gelap, tepian daun rata landai pada ujungnya, daun tanaman ini biasanya terbuka sempurna pada saat terpapar sinar matahari atau siang hari, pada malam hingga pagi hari daunnya sedikit agak menguncup.
  • Bunga : bunga yang dimiliki tanaman ini adalah juga jenis majeuk, pada satu tandan bunga terdapat hingga belasan tangkai bunga yang tumbuh pada ujung batang, tangkai bunga berbentuk panjang kurang lebih 10 cm, pada awalnya sebelum kelopak bunga mekar, bunga hanya berbentuk batang kecil berisi bola-bola pada ujungnya, setelah cukup umur maka bunga akan mekar bergantian, memiliki empat kelopak bunga yang tipis dam berbentuk gelombang, pada tengah-tengahnya muncul beberapa benang sari yang menjulur jauh keluar, biasanya yang paling sering kita jumpai bunga tanaman merak ini yang memiliki warna bunga kuning dan merah.
  • Buah: setelah terjadi penyerbukan pada bunga oleh serangga maupun angin, maka selanjutnya bunga ini akan menghadilkan buah, bentuk buahnya sendiri adalah berbentuk lonjong dan pipih, bentuk luar buah bergelombang mengikuti jumlah biji yang ada didalamnya, semakin tua maka kulit buah akan menjadi semakin keras, serta warnanya akan berubah menjadi semakin gelap hingga akhirnya berwarna cokelat tua dan hitam, bijinya berbentuk pipih keras berwarna hitam pada waktu buah ini tua.
Perbanyakan tanaman ini adalah dengan cara penyemaian biji, perawatan tanaman tidak terlalu susah, karena tidak memerlukan perawatan khusus untuk memeliharanya, mendapatkan cukup penyiraman dan sedikit pupuk, maka tanaman sudah dapat tumbuh baik.

Kandungan zat :
  • Alkaloid;
  • Saponin;
  • Gallic acid;
  • Tanin;
  • Kalcium oksalat;dll
Manfaat dan khasiat : banyak manfaat dan khasiat yang yang kita dengar dimiliki tanaman ini diantaranya :
  • Mengobati Sariawan;
  • Mengobati mata merah;
  • Melancarkan menstruasi;
  • Perut kembung;
  • Panas demam;
  • Mengobati diare;
  • Sebagai pupuk tempel pada bayi
  • Sebagai obat diare : menggunakan rebusan kulit batang tanaman ini secukupnya /10-15 gr diremukkan, dapat pula ditumbuk halus lalu diseduh dengan menggunakan air panas,
  • Sebagai pupuk bayi : bagi masyarakat bali dulunya untuk menjaga kesehatan bayi atau mencegah bayi masuk angin, pilek dan rewel akibat cuaca dingin, para ibu biasanya membuatkan bayi ramuan untuk ditempelkan tepat pada ubun-ubun bayi, di daerah saya itu namanya pupuk, namun  kini sudah amat jarang yang menggunakannya, sebagai Sekedar pengetaahuan saja tidak ada salahnya anda tahu cara membuatnya, ambil daun merak secukupnya tambahkan bawang merah satu siung lalu ditumbuk hingga halus, setelah itu tempelkan pada ubun-ubun bayi.
Demikian saya sampaikan, semoga bermanfaat.


cintapohonku.com
Share:

Tanaman Kelongkang-kecipir-kacang belimbing

Pada umumnya tanaman ini dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai sayuran, jika di daerah jawa biasa digunakan sebagai sayuran lalapan ataupun pecel, jika di bali sayuran ini biasa digunakan sebagai sayuran yang diurab, direbus dan dipotong kecil" diberi bumbu dan parutan kelapa yang dibakar, kemudia diaduk dalam suatu wadah, dan jadilah sayur kelongkang urab.

Tanaman ini merupakan tanaman merambat, batangnya berbentuk bulat dan berruas, tumbuhnya melilit media menuju ke aras, memiliki daun yang mirip dengan bentuk daun kacang panjang, daun yang majemuk dan dalam satu helai batang terdiri dari tig lembar daun yang berselang seling berbentuk segi tiga membulat dan runcing pada ujung daun, keluar bunga pada ketiak daun, dan dalam satu tandan bunga berisi kira- kira hingga 10 kuntum bunga berbentuk kupu-kupu berwarna putih kombinasi biru, dimana nantinya setelah dibuahi akan menjadi bentuk buah sempurna yang menggantung, bentuk buah adalah berbentuk memanjang, mirip dengan bentuk buah belimbing,memiliki sirip yang bergelombang / beringgit, di dalam buahnya terdapat biji khas kacang-kacangan.

Sebagian Kandungan dalam buah kecipir:
  • Vitamin, B, C.
  • Asam pantotenat;
  • Kalsium,;
  • Magnesium, Natrium,
  • Tiamin,
  • Fosfor,
  • Zing,
  • flavonoid,
  • saponin, tanin, dll
Nama Latin : psophocarpus tetragonolobus

Nama daerah :
  • kecipir, cipir ( jawa);
  • kelongkang (bali);
  • kacang belimbing (sumatera);
  • kacang embing ( palembang)
Manfaat pengobatan tradisional :
  • Obat sakit telinga
  • Mata bengkak
  • Obat bisul: Tumbukan daun kecipir ditambahkan daun adas pulasari, lalu ditempelkan pada bisul.
cintapohonku.com
Share:

Bunga Cempaka putih-Cepaka-Sumanasa-Kantil

Jika dilihat dari pohonnya maka tidak ada yang terlalu spesial dari tanaman ini, tampak biasa-biasa saja, namun jika tanaman ini sudah cukup berumur maka kita akan punya ikiran lain, dimana pada saat itu mulai banyak bunga yang menghiasinya, tiada henti dan tiada putusnya, setiap saat akan ada bunga yang mekar, di setiap pucuk batang tanaman ini, bahkan wangi yang dihasilkan dari bunga tanaman ini akan akan membuat lingkungan disekitarnya harum semerbak, terlebih lagi pada sore menjelang petang, karena pada waktu inilah bunga ini mulai mekar pertama dan kembali menguncup pada malam hari, serta dilanjutkan dengan mekar sempurna keesokan paginya, namun bunga ini tidak dapat bertahan lama, cuma memiliki waktu satu hari saja bunga ini mekar sempurna, lewat masa itu kelopak bunga akan terbuka lebar dan menjadi rapuh.

Nama latin : Michelia champaca L
Nama lain : Kantil (jawa)
Kandungan dalam bunga cempaka : mengandung Alkaloid dan atsiri yang bersifat antitusif (anti batuk), Antiportik ( pereda demam), serta peluruh kencing.
 
Kini kita lanjut mengenai pohohon Cempaka ini, pohon ini termasuk pohon peredu, untuk salah satu jenisnya yang biasa kita jumpai, tanaman ini dapat tumbuh tinggi dan memiliki cabang dan ranting yang sangat banyak, semakin banyak cabang dan rantingnya maka semakin banyak pula bunga yang akan dihasilkannya, kayu yang dimiliki oleh tanaman ini termasuk ktagori sedang, namun hanya tanaman yang sudah berumur yang kayunya baik digunakan untuk bahan bangunan, biasanya untuk bangunan tempat ibadah umat Hindu.

Daun: bentuk daun berbentuk lonjong dan meruncingnpada bagian ujung daun, pada bagian tepinya rata, permukaan atas daun halus, namun daunnya walau tidak terlalu tebal namun terkesan agak kaku.

Perbanyakan : untuk budidaya tanaman ini  biasanya adalah digunakan perbanyakan dengan cara tempel, cangkok, dan secara alami menggunakan biji, jika menggunakan biji, tentu saja pertumbuhannya akan sangat lambat namun memiliki struktur akar yang bagus, kemudian sistem cangkok, dengan cara ini tanaman akan lebih cepat dirasakan hasilnya, dan kualitasnya pun akan sama dengan tanaman induknya, namun akar yang dimilikinya tidak sebaik akar dari benih, karena tidak memiliki akar tunggang, metode terbaik menurut saya adalah sistem tempel, menggunakan akar tanaman serupa pada bagian batang tengah ke bawah, sedangkan mulau dari batang tengah ke atas akan diisi dengan tempelan tunas varietas baik, maka kombinasi tersebut akan menghasilkan tanaman yang memiliki struktur akar yang baik dimana akan menunjang produktivitas pohon dimaksud.

Manfaat Bunga Cempaka :
  • Sebagai wangi-wangian baik digunakan langsung maupun diambil minyak atsirinya.
  • Sebagai hiasan bagi pengantin;
  • Sebagai bahan sarana upacara bagi umat Hindu
  • Sebagai pewangi air untuk keramas ataupun mandi;
  • Sebagai aromatherapy
Manfaat lain dari herbal tanaman cempaka ini adalah untuk meringankan sakit yang diantaranya adalah :
  • Vertigo: Gunakan satu genggam bunga cempaka, dicuci lalu tinggal direbus menggunakan air sebanyak 2 gelas, biarkan beberapa saat mendidih, lalu disaring dan airnya diminum setelah hangat/ normal.
  • Sinusitis : Rebus satu genggam bunga cempaka dalam air kurang lebih 2 gelas ditambah irisan satu ruas jahe, satu siung bawang putih, dapat pula ditambah dengan daun mint jika ada, biarkan mendidih beberapa saat, lalu disaring dan diminum setiap hari.
Rebusan bunga cempaka juga dapat diminum untuk menjaga kesehatan, menyegarkan badan, serta pengharum keringat.
Demikian, semoga bermanfaat..

cintapohonku.com
Share:

Saturday, November 12, 2016

Manfaat Bunga Celeng-Teleng-kembang biru

  Sebelum saya memulai tulisan saya ini, ada baiknya kita menyamakan persepsi untuk penyebutan nama tanaman ini, tanaman ini dalam tulisan ini saya sebut dengan nama, yaitu Celeng ("Ce" seperti dalam pengucapan cecak, sedangkan "leng" dalam mengucapkan Lengkuas), jadi sudah jelas kan, namanya celeng, karena salah membacanya ia akan menjadi nama salah satu hewan peliharaan masyarakat bali..hehehe.

Tanaman ini merupakan jenis tanaman merambat, biasa hidup melilit atau membelit tanaman lainnya, namun tanaman ini bukan termasuk tanaman parasit atau benalu, karena tanaman ini hanya menggunakan tanaman lain sebagai media agar dapat naik keatas untuk mendapatkan cukup sinar matahari untuk dapat melakukan fotosintesis untuk pertumbuhannya. Di lain daerah bunga ini juga memiliki nama yang berbeda-beda, ada juga yang menamakan bunga ini dengan sebutan kembang teleng, kembang talang, bunga Telang, kembang biru, dan lain-lain, namun di tempat saya kebetulan masyarakat menamakan bunga ini dengan sebutan bunga celeng. Tanaman ini biasa ditanam di sekitar pekarangan rumah menjadikannya sebagai tanaman hias, karena bunganya yang indah serta warna bunga dari tanaman ini yang berwarna biru tua cerah.  Pembiakan tanaman inipun tergolong sangat mudah, hanya dengan menyemaikan bijinya, perawatannya hanya dengan memberikan sedikit pupuk dan tidak lupa memberikan rambatan pada saat tanaman mulai tumbuh.

Nama latin : Clitoria ternatea.
Kandungan dalam atsirinya : Flavonoid, Alkoloid, Sulfur, Saponin, dll

Manfaat yang bisa didapat dari tanaman ini diantaranya adalah :
  • Mengurangi/ menghilangkan dahak.
  • Peluruh kencing (deuretik)
  • Pencahar Ringan (laksatif)
  • Radang mata
  • Obat cacing
Cara pemanfaatannya :
  1. Penghilang dahak pada penderita bronchitis : Minum rebusan dari akar tanaman celeng segar 
  2. Iritasi kandung kemih dan demam : rebus akar kering tanaman ini secukupnya (2-3 gr) dengan menggunakan air 3 gelas, hingga tersisa 2 gelas, lalu diminum 2 kali sehari (tidak untuk jangka panjang).
  3. Radang mata merah : rebus bunga celeng dengan air, setelah warna biru bunga larut dalam air dinginkan dan gunakan untuk mencuci mata.
  4. Bisul : tumbuk bunga celeng dengan ditaburi sedikit garam dapur, setelah lembut langsung ditempelkan tepat diatas bisul.
  5. Obat perut membesar ekstrak akar dalam alkohol ataupun arak.
  Bunganya juga dapat digunakan sebagai bahan pewarna biru pada makanan.

Demikian saya teruskan informasi yang saya dapatkan dari rekan-rekan dan para sahabat, semoga bermanfaat.

cintapohonku.com

Share:

Wednesday, November 9, 2016

Manfaat Kemuning (Bali)-Kamuning-kamuni

  Tanaman ini merupakan tanaman yang  yang sangat bagus untuk dijadikan tanaman perindang, tanaman ini dapat tumbuh hingga lumayan tinggi, lebih dari 7 meter, memiliki daun yang banyak sehingga tanaman ini terkesan rindang, walau bukan merupakan tanaman yang diambil kayunya untuk bahan bangunan, namun untuk di bali sendiri, kayu dari tanaman ini digunakan sebagai bahan baku untuk membuat alat pukul pada perangkat gambelan khas bali yang disebut Panggul, karena karakteristik kayu kemuning yang kuat, liat, tidak mudah pecah dan halus itulah kayu itu menjadi pilihan terbaiknya.
Daun tanaman ini adalah daun majemuk, dalam satu batang daun terdapat beberapa anak daun berukuran kecil, memiliki permukaan yang halus dan licin, berbentuk bulat lonjong dan meruncing pada pangkal dan ujung daun.
Bunga tanaman ini memiliki kelopak berjumlah lima kelopak dan berwarna putih, memiliki buah juga berbentuk lonjong berukuran kecil dan berwarna merah pada saat matang.
Nama Latin : Murray Paniculata
Nama daerah : Kemuning (bali) Kamuning (jawa),Kemuni, kamoni, fanasa, dll
Jika dilihat dari segi manfaat obat, tanaman ini juga memiliki beberapa khasiat yang dikenal dalam masyarakat, hal itu karena kandungan kimia yang dimilikinya diantaranya : 
  • minyak atsiri;
  • Kadinena;
  • Glukosida murayin.
Khasiat
  • Analgesik;
  • Deuretik;
  • stomakik.
Resep tradisional :
  1. Menguruskan badan : ambil satu genggam daun kemuning, beberapa lembar daun mengkudu, beberapa iris bangle, semua bahan lalu direbus dengan air, digunakan dalam satu minggu, lalu untuk menjaga berat badan, ramuan diminum 3 kali seminggu, seperempat gelas saja.
  2. Keputihan : gunakan satu genggam  / 3 gr daun kemuning, 3 gr daun pacar, satu ruas jari akar batang tanaman tapak liman, dan beberapa iris temu kunci, semua bahan direbus dan diminum satu gelas sehari.
cintapohonku.com
Share:

Tuesday, November 8, 2016

Manfaat Daun Ginten(bali)-Daun Jinten

Tanaman ini adalah merupakan bagian dari tanaman yang dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tanaman dapur hidup, karena daun yang dimiliki oleh tanaman ini biasanya digunakan sebagai bagian dari pembuatan bumbu masakan, seperti halnya di bali, penggunaan daun ini sudah sangat lumbrah manakala masyarakat membuat bumbu masakan seperti sate, kuah balung, maupun lawar, walaupun tentunya pemanfaatannya hanya sesuai kebutuhan saja, untuk meningkatkan citarasa masakan tentunya.

  Bagi teman teman yang belum mengetahui bagaimana bentuk tanaman ini, sedikit akan saya infokan sedikit ciri-ciri tanaman ini:

Nama Latin : Coleus amboinicus lour
  • Batang : batang yang dimiliki oleh tanaman jinten adalah jenis batang berkayu, serta beruas, pada saat tanaman ini muda, tanaman ini sangatlah rapuh, batang dan daunnya sangat mudah patah.
  • Daun: bentuk daunnya adalah bulat lonjong memiliki gerigi pada tepi daun serta agak meruncing pada bagian ujungnya, memiliki kontur daun lumayan tebal serta berbulu halus, tanaman ini meiliki aroma yang khas pada saat diremas-remas, beraroma mirip aroma mint.
  • Cara perbanyakannya : selain dengan perkembangbiakan generatif, dapat juga dengan cara stek batang, cukup ambil satu ruas batang tanaman ini yang sudah berkayu, bauk itu termasuk daun ataupun tidak tidak terlalu masalah, dapat anda tancapkan langsung ke media tanam atau hanya sekedar anda letakkan saja, maka dari ruas-ruas batang akan segera mengeluarkan tunas daun.

Kandunga zat :
  • Minyak atsiri;
  • fenol;
  • Kalium.
Khasiat :
  • Antiseptik;
  • Karminatif;
  • Ekspectorant.
Resep obat tradisional:

Sariawan perut :
Bahan bahan yang diperlukan:
  • Daun jinten segar3 gr
  • Daun pegagan / daun piduh (bali) 3 gr;
  • Daun sirih / daun base (bali) 3 lembar;
  • Kulit pohon turi satu ruas jari
Semua bahan dicampur dan direbus dengan air 1 gelas, diminum 1 sloki sehari, pemakaian dalam 1 minggu.
Batuk : 5-8 lembar daun jinten segar, direbus dengan 100 ml air, atau dapat juga diseduh, minum 2 kali sehari.
Sakit Kepala :
Bahan bahan yang diperlukan:
  • Daun jinten 2 helai;
  • Daun legundi 2 helai;
  • Irisan jahe 3 iris
  • Irisan bangle 2 iris
Semua bahan diulek hingga lembut, lalu dioleskan/balurkan ke pelipis dan di belakang telinga.
cintapohonku.com
Share:

Manfaat Bayam Dui (bali)-Bayam Duri-bayam Raja

Saat anda mendengar kata bayamtentunya tidak akan diragukan anda  pasti sudah sangat mengenal tanaman ini , namun yang akan saya bahas disini adalah salah satu jenis dari tanaman bayam, tanaman ini merupakan tanaman liar yang biasanya tumbuh di sembarang tempat, pada dasarnya iya memiliki citarasa yang sama dengan kerabatnya yakni bayam sayur, namun orang karang yang memanfaatkannya lantaran banyaknya duri yang menghuni di bagian bunga tanaan ini, serta karakter dan ukuran daun yang sedikit berbeda, dari bayam sayur, jika pada bayam sayur, daun yang dimiliki berwarna hijau muda dan tampak lebih segar, sedangkan pada bayam duri, selain ukuran daunnya lebih kecil begitu pula warna daunnya sedikit lebih tua.
 
Namun dari bentuknya yang kurang diperhatikan sebenarnya tersimpan beragam khasiat dalam tanaman ini, oleh sebab adanya berbagai kandungan zat dalam tanaman ini diantaranya: Kalium, nitrat, Piridoksin, Garam fosfat, Amarin,Zat besi, vit. A,Cdan K.
Nama Latin : Amaranthaceae

Nama Lain : Bayam Raja, Bayam Bangke, Bayam Kikihan

Pemanfaatannya: Akar, dan daun
  • Mengobati bisul;
  • Mengobati Eksim;
  • Mengobati wasir;
  • Mengobati gusi bengkak dzn berdarh;
  • Mengobati Demam;
  • Mengobati Luka bakar;
  • Mengobati Rematik
  • Memperlancar ASI
Resep tradisional :
  • Bisul: daun bayam duri ditumbuk halus dan ditambahkan dengan madu lalu dibalurkan menutupi bisul.
  • TBC Kelenjar : akar segar beserta batang dan daunnya (satu pohon /50 gr) direbus lalu airnya diminum.
  • Sakit Tenggorokan : Rebus satu genggam akar, lalu airnya diminum.
  • Keputihan : Rebus akar segar 50 gr, tambahkan gula batu, lalu diminum 1 gelas sehari.
  • Disentri : Rebus akar ditambah gula aren, air rebusannya diminum 1 gelas sebelum makan.
  • Radang saluran pernafasan: beberapa lembar daun segar ditumbuk halus ditambahkan dengan garam dapur, ditambahkan sedikit air lalu diperas dan disaring, dan diminum 2x sehari 3 sendok makan.
  • Memperlancar kencing: 50 gr akar batang direbus, lalu diminum 1 gelas sehari.

cintapohonku.com
Share:

Manfaat Andong-Sigati-Anjuang

Tanaman ini  biasa kita temui ditanam di area pekarangan rumah ataupun ditaman-taman, itu karena tanaman ini memiliki warna daun yang cerah apalagi jika mendapatkan paparan sinar matahari yang cukup, tanaman ini merupakan tanaman berkayu batangnya berbentuk bulat, tumbuhnya tegak keatas dapat mencapai 2meter, batang daun tanaman ini menempel berselang-seling pada batang pohonnya, bentuk daunnya besar memiliki tepi yang rata serta meruncing pada bagian ujung daun, kontur daun halus dan memiliki motif warna yang cerah, kombinasi warna hijau dan merah. 
Penyebaran tanaman ini melalui bijinya, namun jika kita ingin memperbanyak dapat juga dengan melakukan stek batangnya, cukup dengan memotong batang tanaman yang sudah dewasa, atau batangnya sudah berkayu, kemudian pada bagian pangkal potongan tadi ditancapkan pada media tanam atau pada tanah, maka dalam beberapa minggu tanaman akan mengeluarkan akar dan tentunya tanaman akan tumbuh, di bali sendiri tanaman andong termasuk tanaman yang sering digunakan dalam pelaksanaan upacara adat dan agama, walaupun pemanfaatannya tidak begitu banyak namun akan selalu dicari pada saat masyarakat membuat sesajen tertentu, jadi keberadaan tanaman ini tentunya masih cukup dibutuhkan.
Dari berbagai sumber saya dapatkan selain hanya digunakan sebagai bagian dari pembuatan sarana upacara, ternyata ada hal lain yang mungkin belum banyak orang ketahui, yaitu tanaman andong ini juga memiliki manfaat obat, itu tak lain karena tanaman ini juga memiliki kandungan zat yang bermanfaat, berikut akan sedikit saya infokan tentang manfaat obat dari tanaman ini:
Nama latin : Cordyline sp. (Agav)
Nama lain: Endong, jejuang, sabang, dll.
Bagian tanaman yang dimanfaatkan : Daun.
Kandungan kimianya : 
  • Steroida;
  • Saponin;
  • Polisakarida.
Khasiat yang didapat dalam pemanfaatannya diantaranya :
  • Hemostatik
  • pereda bengkak dan lebam.
  • Batuk darah;
  • Haid terlalu banyak.
Resep tradisional :
  • Pereda bengkak : tumbuk halus daun andong, gunakan sebagai kompres bagian yang bengkak.
  • Batuk darah dan Haid yang terlalu banyak: rebus kira-kira 5 lembar daun andong, lalu air rebusannya diminum 1/2 gelas sehari.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan, semoga dengan hal kecil ini anda dapat lebih mengenal manfaat tanaman di sekitar anda, terima kasih.


cintapohonku.com
Share:

Sunday, November 6, 2016

Manfaat daun bluntas-atasi nyeri pinggang

Tanaman ini termasuk ke dalam jenis tanaman peredu, biasanya tanaman ini dapat tumbuh hingga setinggi orang dewasa, yakni hingga 2m, tanaman sering kita jumpai di pinggir jalan dimana sering digunakan sebaga pagar hidup oleh masyarakat, terutamanya di pedesaan, kadang juga dulunya tanaman ini dapat kita jumpai sebagai tanaman liar yang tumbuh di lahan kosong.
Batang tanaman bluntas adalah berkayu, memiliki banyak cabang dan memiliki daun berbentuk bulat lonjong berukuran sedang kira kira panjang 4-5 cm lebar 2-3cm, memiliki tepi bergerigi jarang serta agak meruncing pada bagian ujung daun.
Demikianlah sedikit ulasan mengenai deskripsi tanaman ini, walaupun tentunya sangat jauh dari kata sempurna, semoga dapat sedikit membantu teman-teman untuk dapat mengidentifikasi tanaman bluntas bagi teman-teman yang blm pernah tahu tanaman ini.
Setelah kita tahu ciri-ciri fisik tanaman ini, kini marilah kita sedikit berbagi mengenai ciri ilmiah serta manfaat dari tanaman ini:
Nama latin : Pluchea indica L

Kandungan : Alkaloid dan minyak atsiri.

Khasiatnya bagi tubuh:
  • Amalgesik
  • Diagoretik
  • Stomakik
Daun bluntas digunakan oleh masyarakat pedesaan khususnya di bali dan jawa sebagai loloh atau jamu.
 Khasiat :
  • Menetralkan keringat dan mengharumkan bau badan, karena dapat memperbaiki struktur kelenjar keringat,menyegarkan badan, dapat meningkatkan nafsu makan.
  • Mengatasi keputihan
  • Nyeri pinggang dan persendian.
Caranya pembuatannya:
  1. Menetralkan keringat / mengharumkan bau badan : segenggam daun bluntas yang sudah dicuci bersih dilumatkan dengan satu gelas air Masak, lalu disaring dan membuang ampasnya, saripati yang kita dapat segera diminum, lakukan setiap dua hari sekali, niscaya badan sehat dan keringat jadi harum.
  2. Keputihan : Satu genggam daun bluntas muda ditambah satu batang akar tapak liman, direbus san diminum setengah cangkir setiap pagi.
  3. Nyeri pinggang dan persendian : akar bluntas kurang lebih 5 gr, kencur, kunyit, temulawak masing" satu ruas diiris, lalu direbus dan diminum 1 kali sehari.
Demikian, semoga bermanfaat.
cintapohonku.com
Share:

Manfaat Tanaman Tapak Liman

Tanaman ini merupakan tanaman yang sangat jarang mendapatkan perhatian oleh masyarakat, hampir tak ada orang yang menghiraukan keberadaannya, mereka tumbuh dan menyebar begitu saja, ditempat tempat terbuka yang mendapatkan cukup sinar matahari, dipinggir-pinggir jalan di tengah-tengah lapangan atau pun halaman rumah, jika di pedesaan dulunya tanaman ini banyak kita jumpai tumbuh subur pada bagian akar / bungkil (bali) tanaman kelapa.
Adapun ciri ciri tanaman ini diantaranya, tanaman ini memiliki bentuk daun pipih bulat dan lonjong, panjang daun dapat mencapai 15 cm, dengan lebar 4 hingga 5 cm tergantung tempat tumbuhnya, memiliki tepi daun yang berringgit atau bergerigi jarang, serta memiliki bentuk ujung daun yang tidak begitu runcing atau terkesan tumpul, bagian atas daun bermotif tidak datar dan memiliki bulu halus disekujur daun, daunnya tumbuh sangat rendah, dan terkesan menempel pada tanah.
Batang dan akar : tanaman ini memiliki batang yang tidak berkayu, batang yang dimilikinya berukuran kecil, tegak menjulur keatas menopang bunganya yang majemuk berwarna ungu dalam bungkusan sebuah kelopak berbentuk kantung, sama halnya dengan bagian daunnya, pada bagian batangnya juga diliputi oleh rambut-rambut halus kecil berwarna putih, pada bagian bawah batang setelah daun, terdapat akar yang sangat kuat, dapat saya katakan begitu karena tidaklah mudah bagi kita umtuk dapat mencabut tanaman ini dari tanah, namun untuk mendapatkan tanaman ini beserta akarnya harus dengan menggunakan alat pengungkit atau menggunakan pisau maupun cangkul.

Nama Latin : Elephantopus Scanber
Nama daerah : Tapak Liman
Kandungan dalam atsirinya : Lupeol, stiqmasterol, luteolin dll

Manfaat yang bisa didapat dari tanaman ini diantaranya adalah;
  • Antibiotik;
  • Pereda demam;
  • Anti radang;
  • Peluruh air seni;
  • Anti pembengkakan;
  • Anti racun.
Cara pemanfaatannya adalah menggunakan rebusan daunnya digunakan sebagai obat :
  • batuk;
  • Demam;
  • Sariawan;
  • Mencret tahunan.
Rebusan seluruh bagian tanaman digunakan sebagai obat :
  • Infeksi saluran kencing;
  • Sakit kuning.
Tumbukan akar tanaman ini bisa dimanfaatkan sebagai obat :
  • Borok;
  • Gigitan serangga atau hewan beracun.
 Akibat dosis yang diinfokan amat beragam maka saya sarankan untuk anda yang akan menggunakannya sebagai herbal terutamanya herbal oral, agar mencari referensi lain, serta diakhir tulisan tak lupa saya ucapkan terima kasih, semoga bermanfaat.

cintapohonku.com
Share:

Friday, November 4, 2016

Daun Temen (bali)-Wungu-Pelembut kulit

Tanaman ini bernama pohon Wungu, namun beda halnya di bali, tanaman ini memiliki nama daun Temen, dimana tanaman ini sudah sangat familiar di masyarakat, terutamanya bagi kaum ibu ibu umat Hindu, adapun di masyarakat terutamanya di pedesaan, daun temen bukanlah dikenal sebagai salah satu bahan obat herbal, melainkan sebagai salah satu bahan atau salah satu komponen daun yang digunakan dalam aktivitas membuat sesajen bagi Umat Hindu, seperti misalnya dalam membuat sarana banten Sakerura yang digunakan pada saat upacara manusia yadnya, tepatnya pada saat pengabenan.

Walaupun mungkin sudah banyak yang tahu tetap ngga ada salahnya mungkin sedikit saya berikan informasi buat teman-teman terutamanya yang belum tahu, karena saya yakin dengan kita mengenal suatu tanaman dan terlebih lagi kita tahu manfaatnya maka akan dapat memunculkan rasa sayang kita pada tanaman tersebut, karena kitapun tidak akan pernah tahu kapan kita akan membutuhkan tanaman tersebut, maka dari itu mari bersama sama belajar mengenai tanaman.

Berikut identitas serta ciri ciri tanaman tersebut :
Nama latin : Graptophyllum Pictum
Nama nasionalnya  : Daun Wungu
Nama daerah : Temen (bali)
Kandungan aktifnya:
  • Steroida;
  • Tanin;
  • Alkaloid, dll
Manfaat yang bisa didapat dari tanaman ini diantaranya adalah :
  1. Pelembut kulit (emulsion)
  2. Peluruh kencing (deuretik)
  3. Pencahar Ringan (laksatif)
  4. Memar dan Bisul
  5. Pelancar Haid
( informasi saya dapat dari Kebun Raya Eka Karya Bali).
  • Batang : batang tanaman ini adalah termasuk batang berkayu, dan memiliki ruas, batang nya berwarna ungu kehijauan, bercabang banyak dan tumbuh tegak serta dapat tumbuh hingga mencapai beberapa meter.
  • Daun : daun yang dimiliki oleh tanaman ini berbentuk lonjong, ukurannya sedang, memiliki tepian yang rata serta meruncing pada sisi ujung daunnya, tumbuhnya daun berhadap hadapan di kedua sisi batang, mungkin nama daun ini diilhami oleh warna dari daunnya yang berwarna ungu, tentunya saya juga tidak berani memastikannya.
  • Bunga : bunganya berbentuk majemuk memanjang serta berwarna merah yang keluar dari ujung batangnya.
Adapun bagian yang digunakan diantaranya adalah Daun serta bunganya.

Namun begitu saya juga belum banyak mendapatkan informasi akan takaran dari pemanfaatan tanaman ini sebagai herbal untuk diminum. Ada baiknya juga mencari referensi di tempat lain untuk mendapatkan informasi takaran pemanfaatannya.
  1. Pelembut kulit, lumatkan daun wungu seperlunya, dan gunakan sebagai lulur sebelum anda mandi.
  2. Pereda demam,  5 -7 lembar daun wungu, ditambahkan beberapa iris temulawak, lalu campuran ini direbus  dengan 1 gelas air dan diminum 1 kali  sehari selama 1 minggu.
  3. Bisul, dan lebam, ambil beberapa helai daun dilumatkan hingga lembut, lalu ditempelkan pada bagian yang sakit.
  4. Peluruh kencing pencahar ringan, dan pelancar haid, minum air rebusan daun wungu bila diperlukan, takaran disesuaikan, dan tidak dalam jangka panjang atau hanya saat diperlukan saja.
Demikian yang dapat saya sampaikan, dan senantiasa akan saya teruskan beragam info yang mungkin akan saya terima dikemudian hari, baik dari membaca maupun informasi teman-teman sekalian.
Terima kasih atas kunjungannya.

cintapohonku.com
Share:

ads

Total Tayang Halaman

Ads