Langkah Kecil menghormati alam, melalui sebatang Pohon.

Tuesday, May 2, 2017

Manfaat Antowali

Termasuk kedalam tanaman merambat, memiliki batang silindris dan berruas halus, tanaman ini tumbuh membelit pada tanaman inang, condong bergerak ke atas dan sebaran cabangnya membelukar pada ranting-ranting tanaman inang, walaupun bukan merupakan tanaman parasit akantetapi tanaman ini mungkin saja termasuk kedalam jenis tanaman pembelit, karena belitan batang tanaman antowali dapat berakibat fatal bagi tanaman inang yang tidak terlalu besar, belitan batangnya dapat membuat cedera bagian luar pohon inang, sehingga sedikit banyak dapat mengganggu distribusi makanan pada lapisan kambium dibawah kulit pohon inangnya. Namun sejatinya bukan itu yang menjadi bahasan saya, karena menurut saya, hal itu adalah hal yang wajar dalam kehidupan di alam, baik itu persaingan tumbuh ataupun dominasi wilayah bukan hanya ada pada manusia dan hewan, karena alam sudah begitu bijaksana, semua dapat tumbuh dan menikmati manisnya sari ibu pertiwi, dengan catatan mereka harus terus berevolusi dalam mempertahankan generasinya.
Tanaman antowali memiliki bentuk daun condong agak lebar, berbentuk bulat jantung/hati,dengan bentuk meruncing pada bagian ujungnya.
Walau saya belum pernah melihat langsung bentuk buah yang dimiliki oleh tanaman ini, namun dari informasi yang saya dapati pada saat mengunjungi taman usada Kebun Raya Eka Karya Bali, disana saya dapati informasi mengenai sifat serta pemanfaatan herbal dari biji buah antowali, konon biji yang dimiliki oleh tanaman ini memiliki rasa yang amat pahit, namun bersifat dingin atau sejuk,  atau dalam istilah balinya disebut "tis"
Khasiat lain yang dimiliki oleh biji tanaman antowali ini adalah adanya khasiat positif sebagai herbal untuk menjaga kesehatan organ hati, dapat digunakan sebagai ramuan untuk mengatasi sakit Liver atau sakit radang hati, pembengkakan pada organ hati.
Namun tidak dijelaskan lebih lanjut perihal cara pengolahan serta takaran yang digunakan dalam pengobatan radang hati tersebut.
Namun dari penuturan masyarakat, pemanfaatan biji buah antowali dapat diaplikasikan pada minuman kopi, dengan cara menjemur biji antowali yang sudah masak, lalu menjemurnya hingga kering kemudian ditumbuk hingga menjadi serbuk, nah bubuk ini dapat ditambahkan sedikit pada minuman kopi, namun rasa kopi dijamin akan terasa tambah pahit, namun tentunya pahitnya adalah pahit yang berkhasiat herbal, serta bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Demikian saya sampaikan semoga bermanfaat.
www.cintapohonku.com
Share:

Padang Lipi/rumput ular

Kali ini saya akan menunjukkan satu jenis tumbuhan yang mungkin luput dari perhatian kita, bukan merupakan tumbuhan yang menghasilkan bunga yang indah ataupun menghasilkan buah yang bagus, namun ini hanyalah salah satu dari sekian jenis tumbuhan gulma yang tumbuh liar di area-area  persawahan basah, mungkin tidak pula disetiap sawah akan anda temukan tumbuhan jenis ini, yang jelas saya temukan tumbuhan ini pada saat saya bertandang ke seorang teman yang kebetulan pada saat itu sedang memulai mengairi area sawah miliknya yang segera akan digarap atau dibajak, disitulah saya temukan sesosok tanaman unik yang tumbuh di tengah sawah yang hampit rata tertutup oleh gulma dan rumput-rumput liar, dikarenakan sudah lebih dari dua bulan jeda dari aktivitas menanam padi akibat gangguan irigasi, mungkin tanaman ini sudah lama ada dan tersebar, namun bagi saya sendiri baru pertama kali ini saya melihat dan saya menganggap tumbuhan yang unik, akhirnya terpintas dipikiran saya untuk menanamnya di pekarangan rumah, tentunya dengan menggunakan media pot dan dikondisikan dalam kubangan berlumpur mirip dengan kondisi tempat biasanya tumbuh.
Setelah sekian waktu saya pelihara, akhirnya tanaman inipun dapat tumbuh dengan baik, beberapa tunas baru sudah mulai tumbuh dan berkembang, dimana secara pribadi saya merasa senang dan dapat menambah hijau dan sejuk pekarangan rumah saya.
Menurut informasi yang sayaperoleh tumbuhan ini memiliki nama "padang Lipi" mungkin juka dibahasa Indonesiakan menjadi "rumput ular", tentunya ini bukanlah nama yang dapat disulih bahasakan, karena akan menjadi penamaan yang rancu.
Padang lipi memiliki batang hingga jenis daun yang berrongga, dari batang hingga daunnya hampir menyatu, bentuk daunnya pun bukan seperti bentuk daun kebanyakan, walau tanaman ini memiliki batang yang cukup besar namun sejatinya tanaman ini amat ringkih atau mudah patah.
Hingga artikel ini saya tulis masih saya cari informasi pemanfaatan tumbuhan ini, selain hanya pandangan negatif yaitu menjadi tumbuhan gulma pada area persawahan saja.
Demikian yang dapat saya informasikan, semoga dapat menambah sedikit pengetahuan kita tentang nama tanaman yang ada di sekitar kita.
www.cintapohonku.com
Share:

Manfaat tanaman Ekor kucing

Ekor kucing Acalypha wilkesiana .A euph
Dari namanya, tanaman ini memang tampak lucu, banyak yang menyebut tanaman ini dengan nama ekor Kucing, ada juga yang menyebut ekor lutung, ikut Lutung.
Semua itu lantaran bentuk dari bunga tanaman ini yang merupakan bunga majemuk yang berkoloni atau berkumpul dalam satu tangkai bunga membentuk silindris memanjang atau berbentuk seperti benda bulat panjang, hingga diidentikkan dengan bentuk ekor binatang lutung, monyet atau kucing.

Batang tanaman ini merupakan batang berkayu, memiliki percabangan yang lumayan banyak, biasanya batang yang dimiliki tidaklah terlalu besar dan tinggi, melainkan hanya berkisar 1 sampai 3 meter, memiliki kulit batang berwarna agak sedikit kemerahan dan gelap.
Daunnya berbentuk lebar dan tipis, penampang daun berwarna merah kecoklatan, dengan pertulangan menyirip tampak tegas, pinggiran daunnya sendiri memiliki gerigi dengan ukuran yang konstan dari mulai pangkal hingga ujung daunnya.
Bunganya bulat silinderis berbentuk bulat dan memanjang terjuntai, juga berwarna senada dengan warna daunnya, namun ada pula jenis lain yang memiliki warna yang cerah.
Pemanfaatannya:
Bunganya biasanya digunakan sebagai obat peradangan usus, mencret dan diare, dengan cata meminum air rebusan bunga tanaman ini seperlunya.
Daunnya biasa digunakan sebagai bahan pembuatan herbal mengatasi sariawan hingga disentri: dengan merebus daun dan Akarnya lalu diminum secukupnya.
Demikian sedikit informasi yang dapat saya teruskan buat rekan-rekan atau saudara saya sekalian, semoga hal kecil ini dapat sedikit menambah pengetahuan kita akan aneka hayati yang tumbuh berdampingan dengan kehidupan kita.
www.cintapohonku.com
Share:

Monday, May 1, 2017

Manfaat Manggis

Untuk tanaman yang satu ini, sudahlah amat tersohor namanya, pemilik buah manis berdaging lunak dan berwarna putih bersih ini tak lain adalah si pohon manggis,
Pohon manggis dapat berkembang dengan baik pada daerah dataran rendah hingga 1500 dpl, tanaman manggis sendiri selain dibudidayakan juga dapat berkembang secara alami yaitu secara generatif, biasanya penyebaran secara alami dari tanaman ini adalah melalui penyebaran biji tanaman yang dibawa oleh hewan- hewan pemakan buah, ataupun sisa dari biji buah yang dibuang setelah dimakan oleh manusia.
peluang tumbuh bagi tunas-tunas biji tanaman manggis lumayan baik, namun yang menjadi kendala biasanya adalah tanaman muda ini memiliki perkembangan  yang sangat lamban, sehingga resiko rusak atau mati amatlah besar, jika di alam liar benih tanaman hanya membutuhkan hitungan hari untuk dapat tumbuh dan menghasilkan daun baru, namun tidak begitu halnya dengan tanaman manggis, untuk menghasilkan pucuk daun baru tanaman ini harus menunggu hingga berbulan-bulan, bahkan hingga 6 bulan untuk menghasilkan dua lembar daun baru.
Tanaman manggis merupakan tanaman berkayu, tumbuhnya tegak serta dapat menjulang hingga belasan meter, memiliki jenis kayu yang cukup baik namun kurang direkomendasikan sebagai bahan bangunan utama,
Daun: tanaman ini memiliki jenis daun relatif tebal, memiliki penampang luar halus dan kaku, berbentuk lonjong, bertepian rata dan meruncing pada bagian ujungnya.
Buah: buah manggis memiliki bentuk bulat, diawali dari bunga berbentuk tebal yang berwarna kuning kehijauan, lalu bunga yang berhasil dibuahi akan berkembang menjadi buah manggis muda berwarna kuning muda kehijauan, pada saat buah ini mulai masak, maka akan muncul ruam-ruam merah muda pada bagian batang buah yang berkelopak kebawah, hingga akhirnya buahnya berubah warna menjadi ungu, pada tahap ini buah sudah dianggap matang dan sudah sangat layak dipetik dan dikonsumsi, karena jika dibiarkan maka dalam jangka waktu yang singkat maka kulit buah akan menjadi hitam, serta tak menutup kemungkinan kulit buah akan mengeras.

Berbicara mengenai khasiat herbal dari buah manggis ini mungkin sudah banyak rekan -rekan yang mengetahuinya, sebab sudah banyak di pasaran beredar herbal berbahan dasar bagian dari tanaman manggis ini, yaitu kulit buahnya, namun begitu bukan berarti daging buahnya kalah manfaat, namun memang kandungan antioksidan yang terbanyak pada buah manggis terkonsentrasi pada kulit buahnya, niscaya dengan mengolah kulit buah manggis secara higienis untuk dijadikan bahan baku teh atau minuman seduh, maka dimungkinkan akan didapatkan manfaat bagi kesehatan, seperti utamanya manfaat penangkal maupun mereduksi radikal bebas yang masuk kedalam tubuh kita, menjaga kesegaran kulit, dan tentunya berefek positif pada keremajaan kulit tubuh dan wajah.
Semoga bagi kaum wanita yang suka mengkonsumsi buah manggis ataupun seduhan teh kulit manggis kering, niscaya kulit yang indah dan cantik akan menjadi milik anda.
Semoga bermanfaat.
www.cintapohonku.com
Share:

Mengenal Pandan "Duri"

Tanaman ini memang tampak sangat memproteksi dirinya, dapat dilihat dari tumbuhnya duri-duri yang sangat tajam pada sekujur daunnya, baik itu daun yang muda maupun daun yang sudah tua, di kampung daerah saya tepatnya daerah Desa Ayunan, desa ini terletak kira-kira 18 km dari Kota denpasar, dan sekitar 14 km dari pusat kota Kabupaten Badung, yaitu Mangupura, desa ayunan dapat diakses melalui banyak arah, dari arah timur, melalui desa belahkiuh, dari arah selatan melalui desa abiansemal, melalui arah barat melalui mengwi serta arah utara melalui desa sangeh, Desa Cau Blayu,  Desa perean dan Desa sembung.

Penghidupan masyarakat Desa Ayunan dulunya sebagian besar adalah sebagai Petani, dan Pengerajin Tikar.
Seiring perkembangan jaman dan teknologi, pekerjaan menganyam tikar sudah mulai ditinggalkan, dan hanya sebagian kecil masyarakatnya yang masih tetap mempertahankan tradisi tersebut, walau masih dapat kita lihat di sisi jalan yang menghubungkan Desa Ayunan dengan desa Cau Blayu.
Hamparan tanaman Pandan yang masih tegak Berdiri, tinggi pohonnya hingga 5 meter, menandakan sudah berumurnya tanaman pandan tersebut, sengaja memang tanaman ini tidak digantikan dengan tanaman lain karena masih ada sebagian kecil pengerajin tetap melakukan aktivitas menganyam daun pandan untuk membuat tikar plasa, tikar plasa adalah tikar yang terbuat dari anyaman daunn pandan yang sudah dikeringkan serta dibersihkan dari duri-durinya, tikar ini dulunya biasa digunakan oleh masyarakat pedesaan sebagai alas tidur, alas ini diletakkan diatas dipan yang memiliki jeruji yang terbuat dari bambu, yang dalam bahasa balinya disebut Galar, diatas galar inilah dulunya tikar diletakkan, dan pada masa itu sudah merupakan alas tidur yang sangat layak, kini pemanfaatan tikar digunakan sebagai alas bagi masyarakat yang melakukan aktivitas membuat sesajen baik itu di rumah maupun di tempat ibadah, walau kadang juga sudah tergantikan oleh tikar-tikar yang terbuat dari plastik, namun dari sekian banyak yang menggantikan perannya, tetap ada satu peran yang belum tergantikan hingga saat ini, tikar plasa masih tetap digunakan pada saat pelaksanaan upacara manusa Yadnya, sebagai media untuk membungkus watangan atau mayat orang yang sudah meninggal yang akan diproses pada upacara pengabenan.
Selain itu, pandan duri juga dipercaya oleh masyarakat memiliki manfaat magis yakni dapat menangkal roh-roh jahat.
Di akhir tulisan ini saya berharap semoga saja kelak anak cucu kita masih bisa melihat dan mengetahui tentang tikar pandan atau tikar plasa, bukan cuma tahu karpet atau permadani saja.
www.cintapohonku.com
Share:

Manfaat Undis

Merupakan salah satu tanaman semak berbiji polong-polongan, atau bagian dari kacang-kacangan, tanaman ini sering dibudidayakan oleh masyarakat di pedesaan, secara sederhana disemai dan ditanam pada tepi luar pematang sawah,tidak terlalu membutuhkan perawatan khusus, tanaman ini akan tumbuhdengan baik jika mendapatkan nutrisi yang cukup dari tanah, air serta terpapar sinar matahari, tanaman ini juga menyimpan nutrisi pada akarnya, maka sejatinya tanaman ini sangat baik dipergunakan sebagi pupuk kompos pada ladang serta tanah pertanian.
Beda halnya dengan hal tadi, mungkin saja perlakuan khusus diberikan jikalau budidaya tanaman ini dilakukan secara khusus dan ditanam secara besar-besaran pada lahan khusus yang dimaksudkan untuk mendapatkan hasil yang besar pula, dalam artian usaha budidayanya adalah berorientasi usaha dan untuk menghasilkan biji dalam sekala besar.
Namun yang saya bicarakan ini adalah tanaman yang hanya di tanam sebagai tanaman selingan yang hanya sebagai penopang kebutuhan sayuran rumah tangga semata.
tanaman ini biasanya tumbuh tegak dengan ketinggian rata" mencapai 2 meter, memiliki percabangan yang sangat banyak sehingga terkesan sangat rimbun, memiliki bentuk daun lonjong dengan pertulangan menyirip, tepian daun rata dengan bentuk meruncing pada bagian ujung daun.

Memiliki bentuk bunga berwarna merah berbentuk bulat lonjong, merupakan bunga majemuk, dimana bunga muncul pada bagian ujung batang menggerombol yang terdiri dari benerapa bunga setiap batangnya.
Pada saat selesai dilakukan penyerbukan oleh serangga terhadap bunga tanaman ini, maka akan segera terbentuk buah, dimana bentuk buahnya berbentuk lonjing pipih dengan berisikan beberapa biji dalam satu cangkang buah.
Pada saat matang kulit cangkang buah akan berubah warna menjadi coklat, nah pada saat itulah buah tanaman ini sudah siap untuk dipanen.
Pengolahan biji tanaman undis secara umum dan sederhana adalah dengan memanfaatkan bijinya sebagai sayuran berkuah, dimana pada proses memasaknya, bijinya akan menghasilkan kuah berwarna merah marun.
Karena undis ini termasuk tanaman kacang-kacangan, maka dari mengkonsumsinya tentulah banyak faedah yang akan kita peroleh, hal itu disebabkan karena biji undis kaya akan vitamin dan protein.
Dilanjut kepada manfaat herbal tanaman undis,
Daun: digunakan sebagai obat saluran pencernaan dari organ mulut hingga usus,  serta mengobati radang hati,dengan cara meminum air perasan daun yang terlebih dahulu diremas-remas dalam wadah berisi cukup air lalu disaring dan ditambahkan garam dan gula batu secukupnya.
Untuk pemakaian luar:
Daunnya dilumatkan lalu ditambah sedikit garam dapur, untuk mengatasi gatal herpes
Bijinya: digiling lembut lalu ditempelkan,untuk mengatasi lebam pada permukaan kulit.
demikian semoga bermanfaat buat kita semua.
www.cintapohonku.com
Share:

Manfaat Kedondong/kedongdong

Tanaman kedondong merupakan tanaman peredu yang dapat tumbuh tinggi hingga belasan meter, tergolong tanaman yang tumbuh dan perkembangannya sangat pesat, namun memiliki jenis kayu yang kurang begitu padat, alias agak empuk dan basah.
Bentuk daunnya bulat lonjong seperti daun pahon-pohon lainnya, namun sangat mirip dengan daun dari pohon cem-cem yang di bali biasa digunakan sebagai ramuan minuman kesehatan atau minuman penyegar tubuh, memiliki permukaan halus dan pertulangan menonjol, pinggirannya rata serta meruncing pada bagian ujung daun.


Untuk buahnya, kedondong agak unik karena di dalam daging buahnya terdapat serabut kaku yang menjulur dari bagian bijinya, namun tidak sampai menembus kulit buahnya, sehingga kulit buahnya tetap mulus dan tampak licin.
Kini saya beralih pada segi manfaat yang dapat kita peroleh dari mengkonsumsi buah kedondong, buah yang memiliki nama latin Spondias Dulcis ini selain baik dan enak digunakan sebagai olahan rujak, bagian tanaman ini juga sudah sejak lama diketahui memiliki manfaat yang besar bagi kesehatan, itu tak lain karena kandungan vitamin serta mineral dan zat-sat membangun lainnya yang terkandung dalam tanaman ini, diantaranya pada daun, buah maupun kulit batangnya.
Pada umumnya kandungan Vitamin A pada buahnya tentu sangat bermanfaat bagi kesehatan organ indera pengelihatan kita yaitu Mata, Vitamin C sudah barang tentu bermanfaat bagi imunitas dan kebugaran tubuh, menjaga tubuh dari berbagai macam penyakit serta kontaminasi radikal bebas.
Rebusan daun kedondong juga dapat dimanfaatkan sebagai herbal untuk membantu menyehatkan organ pencernaan, serta mengatasi diare, selain itu juga rutin mengkonsumsi rebusan daun ataupun perasan buah kedondong yang telah dihaluskan atau diparut kira-kira satu gelas dua kali seminggu, dipercaya akan dapat menjaga kesehatan jantung atau menghindari kita dari serangan jantung, serta menurunkan kadar kolesterol dalam darah.

Nah demikian info yang dapat saya teruskan, semoga hal yang kecil ini dapat bermanfaat buat rekan-rekan semua.
Terima kasih.
www.cintapohonku.com
Share:

ads

Total Tayang Halaman

Ads